Judul
|
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA: STUDI KASUS UNIVERSITAS
NEGERI DI MALAYSIA
|
Sumber
|
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka/article/view/1285&ved=2ahUKEwiV45jSvZblAhWLqI8KHdJ0BxsQFjABegQIAhAB&usg=AOvVaw29pJhOVjMnrn49odDMyvQ-
|
Volume
dan Halaman
|
Volume
III Nomor 1, halaman 28–37
|
Tahun
|
2013
|
Penulis
|
Zainudin
Hasan, Mohd. Najib Abdul Ghaffar, dan Mahani Mokhtar
|
Reviewer
|
Yusi
Kusnandasari
|
Tanggal
|
Sabtu,
12 Oktober 2019
|
Abstrak
|
Jurnal
dengan judul Pengembangan Sumber Daya
Manusia : Studi Kasus Universitas Negeri di Malaysia ini berisi tentang kebutuhan
sumber daya manusia bagi Malaysia yang kontribusi menuju pembangunan negara
maju. Serta peran penting perguruan tinggi untuk melahirkan tenaga kerja yang
terampil. Studi ini dilaksanakan di satu fakultas di sebuah universitas yang
dipilih dengan menggunakan desain studi kasus. Metode kuantitatif digunakan
untuk menjawab tujuan riset yang melibatkan sebanyak 560 orang mahasiswa. Temuan
riset menunjukkan bahwa kemahiran berinteraksi mendapatkan nilai yang paling
tinggi menurut mahasiswa berbanding dengan bagian ilmu pengetahuan dan
pribadi. Kajian juga menunjukkan pembangunan sumber daya manusia adalah
sejajar dengan pendidikan yang diperoleh mahasiswa di universitas. Implikasi
studi menjelaskan bahwa mahasiswa perlu melibatkan diri dalam berbagai
aktivitas di universitas supaya mendapat segala ilmu dan pengalaman sebelum
melangkah ke dunia kerja.
|
Pendahuluan
|
Di dalam pendahuluan penulis
menegaskan bahwa Universitas sebagai sebuah institusi perguruan tinggi diberi
tugas oleh pemerintah untuk merealisasikan aspirasi pendidikan tinggi negara
melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Institusi formal (sekolah/universitas)
dan institusi informal (keluarga) masih merupakan subsistem perubahan dan
penyesuaian yang paling berpengaruh terhadap pembentukan identitas remaja dan
corak perilaku mereka. lulusan universitas perlu inovatif, mempunyai
kemampuan kognitif yang tinggi (berfikir analitis dan kritis, dapat
menyelesaikan masalah), menguasai berbagai bahasa dan mampu berkomunikasi
dengan efektif serta terampil dalam teknologi, menghayati nilai-nilai sebagai
dasar kehidupan dan mampu untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat,
negara dan dunia.
|
Pembahasan
|
Pada pokok pembahasan penulis membagi
sub pokok menjadi beberapa bagian, yaitu :
1.
Penguasaan Terhadap Ilmu
Pengetahuan
Pertanyaan
riset yang pertama ialah sejauh mana mahasiswa di universitas menguasai
ciri-ciri ilmu pengetahuan dalam sumber daya manusia unggul. Jawaban dari
rata-rata mahasiswa dalam bagian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memberi
nilai yang tinggi pada item ilmu pengetahuan semasa di universitas. Pendidikan
yang berkualitas juga memastikan mahasiswa tetap relevan dengan tuntutan
dunia kerja, mampu berhadapan dengan tantangan dan suasana persaingan
internasional yang kian meningkat, lebih lagi dalam zaman ekonomi global yang
berlandaskan pengetahuan, serta didukung oleh sains dan teknologi.
2.
Kemahiran Berinteraksi
Pertanyaan
riset yang kedua ialah sejauh manakah mahasiswa di universitas menguasai ciri-ciri
kemahiran berinteraksi dalam konteks sumber daya manusia unggul. Jawaban dari
rata-rata mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki item-item kemahiran
berinteraksi dan merasakan pengalamannya yang secara tidak langsung
menjadikan mereka sebagai sumber daya manusia yang unggul. Hasil kajian ini memberi
petunjuk kepada universitas untuk berusaha mengeratkan perhubungan di antara
staf akademik dengan mahasiswa daripada berhubung saat urusan resmi dan
perkuliahan. Sumber daya manusia unggul memerlukan universitas yang
menghasilkan mahasiswa yang boleh berkomunikasi, menyesuaikan diri, bergaul,
berkeyakinan dan mampu bekerja sama dalam kelompok.
3.
Ciri-ciri Pribadi
Pertanyaan riset yang ketiga ialah
sejauh manakah mahasiswa di universitas menguasai ciri-ciri pribadi sumber
daya manusia unggul. Rata-rata jawaban dari mahasiswa menunjukkan mereka
merasakan lebih terdapat perubahan pada bidang kemahiran interaksi semasa di
universitas berbanding bidang lainnya. Walaupun begitu, ketiga bidang ini
berada pada tahap yang tinggi yang menunjukkan para mahasiswa mempunyai
persepsi yang tinggi pada pembangunan sumber daya manusia unggul semasa di
universitas.
|
Kesimpulan
|
Bidang kemahiran berinteraksi
mempunyai nilai rata-rata yang paling tinggi, berbanding dengan penguasaan
terhadap ilmu pengetahuan dan ciri-ciri pribadi. Ini menunjukan bahwa
mahasiswa mampu berkomunikasi dan mendapat peluang lebih untuk berkomunikasi
semasa di Universitas. Oleh karena itu, pihak Universitas perlu meningkatkan
aspek ini dalam kalangan mahasiswa karena mahasiswa merasakan bahwa ini
sangat penting dan perlu dalam karier mereka nantinya. Walaupun begitu, pihak
Universitas juga perlu melihat bahawa ilmu pengetahuan perlu dirancang semula
supaya mahasiswa dapat menimba lebih banyak ilmu semasa di Universitas.
Mahasiswa juga sepatutnya semakin berfikiran terbuka dan berdikari dalam
mencari ilmu.
|
Kelebihan
|
-Penulis
banyak menutip pernyataan dari banyak ahli dan dapat memaparkannya dengan
jelas.
-Analisis
dari penulis sangat rinci karena disertai oleh survei terhadap mahasiswa.
-Adanya tabel-tabel
mempermudah pembaca untuk memahami hasil survei yang diperoleh penulis dari wawancara
dengan mahasiswa. |
Kekurangan
|
-Pada
Jurnal tidak disebutkan skup temporal agar pembaca dapat mengetahui dilakukan kapan wawancara tersebut dilakukan.
-Skup spasialnya
sendiri juga kurang rinci. |